Pages

Minggu, 30 Mei 2010

Pecinta Alam dan Paradigma Gerakan Lingkungan (bag.2)

Enviromentalisme dan gerakan lingkungan

sebelum melangkah lebih jauh melihat gerakan lingkungan baiknya kita tinjau masalah lingkungan. Masalah masalah lingkungan hidup seringkali tidak menjadi prioritas yang tinggi dan seringkali menjadi sub agenda dengan demikian akhirnya larut dan tenggelam dalam tema-tema kampanye yang lebih luas dan abstrak. sementara itu gerakan lingkungan atau dsebut juga enviromentalisme yaitu suatu faham yang menempatkan lingkungan hidup sebagai pola dan arah gerakannya. Bagi sebagian pihak enviromentalisme mungkin asing karena enviromentalisme dianggap sebagai gerakan yang membahayakan orde pada waktu itu (orde baru) terutama dalam menentukan kebijakan yang berkaitan dengan ekploitasi hutan. Organisasi non politik yang concern pada lingkungan pada masa itu pun di arahkan langsung oleh Emil Salim waktu itu menjabat Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup untuk tidak mengikuti taktik Green Peace ataupun The German Green yang bisa masuk mengkritisi setiap kebijakan pemerintah yang tidak memperhatikan dampak lingkungan hidup terhadap alam ataupun masyarakat.

Sedangkan gerakan lingkungan hidup menurut literatur sosiologi istilah “gerakan lingkungan hidup” digunakan dalam tiga pengertian yaitu pertama sebagai penggambaran perkembangan tingkah laku kolektif (collective behavior). Kedua, sebagai jaringan konflik-konflik dan interaksi politis seputar isu-isu lingkungan hidup dan isu-isu lain yang terkait. Ketiga, sebagai perwujudan dari perubahan opini publik dan nilai-nilai yang menyangkut lingkungan.

Di Indonesia istilah gerakan lingkungan hidup di pakai dalam konsorsium : “15 tahun Gerakan Lingkungan Hidup : Menuju Pembangunan Berwawasan Lingkungan”. Yang di selenggarakan oleh kantor Meneg Kependudukan Dan Lingkungan Hidup di Jakarta, 5 Juni 1972.

Denton E Morrison mengusulkan bahwa yang di sebutkan gerakan lingkungan hidup sesungguhnya terdiri dari 3 komponen yaitu komponen pertama, the organized or voluntary enviromental movement ( gerakan lingkungan yang terorganisir atau gerakan yang sukarela ) termasuk dalam kategori ini adalah organisasi lingkungan seperti Enviromental Devense Fund, Green Peace atau di Indonesia ada WALHI Jaringan Pelestarian Hutan “SKEPHI”. Komponen kedua, The public enviromental movement (gerakan lingkungan publik ) adalah khalayak ramai yang dengan sikap sehari-hari dalam tindakan dan kata-kata mereka menyatakan kesukaan mereka terhadap ekosistem tertentu, pola hidup tertentu serta flora dan fauna tertentu. Komponen ketiga The Institusional Enviromental Movement (gerakan lingkungan terlembaga ) ini sangat menentukan dalam negara negara berkembang dimana peranan negara sangat dominan dan peranan aparat-aparat birokrasi resmi mempunyai kewenangan hukum (yuridiksi) terhadap kebijakan umum tentang lingkungan hidup atau yang berkaitan dengan lingkungan hidup sebagai contoh di Amerika ada Badan Perlindungan Lingkungan ( EPA - Enviromental Protection Agency), Dinas Pertamanan Nasional ( National Park Service) padanannya di Indonesia adalah Kantor Meneg KLH, DEPHUT.

Komponen gerakan lingkungan terlembaga ini penting untuk di amati sendiri ambilah contoh keberhasilan EPA dalam mengendalikan polusi air dan udara misalnya di pengaruhi kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, kebijaksanaan luar negeri serta ketersediaan sumber-sumber energi

Hakikat gerakan lingkungan menurut Buttel dan Larson mempunyai beberapa manfaat, pertama struktur gerakan lingkungan di setiap negara yakni hubungan diantara tiga komponen itu bisa berbeda-beda dan ini membawa variasi yang cukup berarti di antara paham lingkungan (enviromentalism) negara-negara itu. Kedua, taktik dan ideologi gerakan lingkungan terorganisir di suatu negara dapat di lihat sebagai hasil interaksi diantara komponen - komponen kelas negara itu satu pihak, dan kelompok-kelompok kepentingan (interces group) dilain pihak.

Epilog

Perubahan paradigma dalam tubuh pencinta alam bukan sebuah kemustahilan untuk berubah dan seimbang dengan kegiatan kegiatan alam terbuka yang biasa di gelutinya. Tidak menutup kemungkinan sebuah gerakan radikal untuk masalah kesadaran lingkungan terwujud dalam satu koridor gerakan lingkungan karena masalah lingkungan adalah masalah bersama yang membutuhkan kerjasama dari setiap stake holder pelaku,pemerhati dan aktivis yang bergerak atasnama lingkungan

Dalam konteks gerakan lingkungan, maka tantangan semakin yang semakin besar di masa mendatang mengharuskan kita untuk melakukan reposisi gerakan lingkungan menjadi gerakan sosial, karena ini adalah satu-satunya jalan untuk menghadapi dominasi pasar dan globalisasi

Pecinta Alam dan Paradigma Gerakan Lingkungan (bag.1)

Oleh: Odang Erik Rodiana

“Jika ingin mengubah negara untuk kegiatan - kegiatan yang sulit tentang persoalan kebijakan politik, pencinta lingkungan menjadi sumber kekuatan dengan apa saja dapat dilakukan. Jika anda ingin mempunyai negara untuk kepentingan ekonomi, pikirkan diri anda dan generasi anda yang akan datang, saya yakin anda dapat melakukannya“
(Gerlorfd Nelson dalam Catalyst Conference Speech University of Illionis, 1990)

Pencinta alam di Indonesia saat ini belum dirasakan sebagai salah satu akar gerakan lingkungan, terbukti dalam korelasinya saat ini dengan menjamurnya perhimpunan pencinta alam seiring pula dengan kerusakan yang tidak terkendali. Dimanakah letak penyimpangan ini karena keberadaan pencinta alam dalam tataran yang ideal dapat menumbuhkembangkan generasi yang peduli lingkungan. ini patut dikembangkan baik dalam pola gerakan maupun pengembangan organisasinya. Namun dalam tataran real tidak bisa di bedakan antara pencinta alam dan penggiat alam terbuka karena keduanya hampir tidak bisa dibedakan mana yang penggiat dan mana pencinta alam

Model gerakan lingkungan yang berasal dari pencinta alam pada periode kelahirannya lebih menekankan pada kecintaan terhadap alam yang diwujudkan dengan naik gunung, camping, pelatihan konservasi, dan penghijauan di lereng-lereng gunung. Selain kecintaan terhadap alam, mereka ornop dan sebagian pencinta alam masih terkonsentrasi pada model pembangunan. Karena mereka masih meyakini kebenaran model pembengunan berkelanjutan dengan standar kemajuan ekonomi yang sesungguhnya menimbulkan dampak.

Simpulan Paradigma

Dua nama, pencinta alam dan penggiat alam terbuka seolah-olah merupakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa di pisahkan antara keduanya. Namun kalau dilihat secara etimologi kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia akan nampak kelihatan bahwa keduanya tidak ada hubungan satu sama lainnya.

Dalam KBBI, pecinta (alam) ialah orang yang sangat suka akan (alam), sedangkan petualang ialah orang yang suka mencari pengalaman yang sulit-sulit, berbahaya, mengandung resiko tinggi dsd. Dengan demikian, secara etimologi jelas disiratkan dimana keduanya memiliki arah dan tujuan yang berbeda, meskipun space, ruang gerak aktivitas yang dipergunakan keduanya sama, alam.

Dilain pihak, perbedaan itu tidak sebatas lingkup “istilah” saja, tetapi juga langkah yang dijalankan. Seorang pencinta alam lebih populer dengan gerakan enviromentalisme-nya, sementara itu, petualang lebih aktivitasnya lebih lekat dengan aktivitas-aktivitas petualangan seperti pendakian gunung, pemanjatan tebing, pengarungan sungai dan masih banyak lagi kegiatan yang menjadikan alam sebagai medianya.

Belakangan, berlahiran kelompok-kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai “Kelompok Pecinta Alam, (KPA)”. Namun, keberadaaan mereka belum mencirikan kejelasan arah gerak dan pola pengembangan kelompoknya. Jangankan mencitrakan kelompoknya sebagai pecinta alam, sebagai petualang pun tidak. Aktivitas mereka cenderung merupakan aksi-aksi spontanitas yang terdorong atau bahkan terseret oleh medan ego yang tinggi dan sekian image yang telah terlebih dulu dicitrakan oleh KPA-KPA lain, dengan demikian banyak diantara para “pencinta alam” itu cuma sebatas “gaya” yang menggunakan alam sebagai alat.

Pencinta alam dunia dengan gerakan enviromentalisme yang berjuang keras dalam menjaga keseimbangan alam ini patut kita contoh sebagai satu gerakan untuk masa depan, kini yang sering ditanyakan ketika kerusakan alam di negeri ini semakin parah dimanakah pencinta alam, begitupun dengan para petualang yang menggunakan alam sebagai medianya. Bahkan Tak jarang aktivitas mereka berakhir dengan terjadinya tindakan yang justru sangat menyimpang dari makna sebagai pecinta alam, misalkan terjadinya praktek-paktek vandalisme. Inilah sebenarnya yang harus di kembalikan tujuan dan arahnya sehingga jelas fungsi dan gerak merekapun bukan hanya sebagai ajang hura-hura belaka.

Sebuah harapan untuk mengembalikan keseimbangan alam ini supaya terhindar dari terputusnya sistem dalam kehidupan ini bukan tanggung jawab pencinta alam atau penggiat alam terbuka saja tapi tugas kita semua sebagai mahluk penghuni bumi dan dua arah yang berbeda dapat bersatu untuk menciptakan kelestarian alam ini khususnya lingkungan hidup.

Aktivis lingkungan hidup dunia dengan gerakan cinta lingkungannya akan lebih berarti tindakannya dengan dukungan dari para pencinta alam yang ada di negeri ini. Dalam perbedaan pola fikir dan arah gerak pencinta alam dengan penggiat alam terbuka terdapat kesamaan pula dengan media yang sama untuk itu bukanlah suatu kemustahilan keduanya bersatu untuk masa depan lingkungan hidup Indonesia sehingga terciptanya lingkungan hidup yang seimbang, stabil dan bermanfaat bagi kehidupan sekarang dan masa depan.

Sebuah peringatan kepada kemanusiaan yang diterbitkan oleh 1.575 ilmuwan dari enam puluh sembilan negara yan mengikuti Konverensi Rio tahun 1992 perlu kita ketahui sebagai sebuah awal penyadaran untuk lingkungan hidup ini.

“Peringatan ” itu berisi bahwa umat manusia dan alam berada pada arah yang bertabrakan. Kegiatan manusia mengakibatkan kerusakan besar pada lingkungan dan sumber daya yang sangat penting yang seringkali tidak dapat di pulihkan. Jika tidak dikaji, banyak dari kegiatan kita skang yang ini menempatkan masa depan pada keadaan yang sangat beresiko, sehingga kita menghadapi realitas masyarakat manusia dan alam tumbuhan dan hewan dan mungkin juga dunia tempat kita hidup ini berubah sedemikian rupa, sehingga tidak dapat lagi mendukung kehidupan menurut cara yan kita kenal. Perubahan fundamental adalah urgen jika kita ingin menghindarkan benturan dalam arah perjalanan kita yang sekarang ini terjadi.(” World scientist Warning to Humanity “) , Pernyataan siaran pers diterbitkan 18 November 1992 oleh The Union of Concerned Scientist.) “

Ancaman yang menempatkan alam dan penghuninya (manusia maupun bukan manusia) berada dalam bahaya ini patut kita ketahui bersama tentang konsekuensi dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh umat manusia sebagai penghuni bumi ini.

(bersambung)

Rabu, 28 April 2010

Puncak Penanggungan yang kedua





Dua undangan berbeda datang pada saat hampir bersamaan ke organisasi bhawana jaya. Undangan tersebut mengharap kehadiran anggota PA Bhawana Jaya untuk menghadiri masing-masing acara pada hari yang sama dengan dua tempat yang berbeda. Yakni pada tanggal 24-25 april 2010.

Undangan pertama datang dari Team Adventure macan loreng yang mengadakan lomba lintas alam di jombang. Yang kedua undangan dari Resmanika Majapala, organisasi pecinta alam SMAN 1 Puri yang mengadakan reboisasi dan bersih gunung penanggungan, dalam rangka peringatan hari bumi.

Diputuskan dibentuk 2 tim untuk mengikuti kedua undangan tersebut. Tim pertama mengikuti lomba lintas alam di jombang , tim kedua ikut bersih gunung di penanggungan. Saya memutuskan ikut acara SMAN Puri. Dengan dua orang teman saya yang lain, kami berangkat jam 2 siang menuju SMAN Puri Mojokerto. Setelah persiapan dan doa, pukul setengah 4 kami berangkat naik truk menuju desa tamiajeng sebagai awal start.

Awan mendung telah terlihat sejak kami hampir sampai di kaki gunung penanggungan. Meski begitu perjalanan tetap dilanjutkan. Hujan yang tak diharapkan pun datang. Jalanan pendakian menjadi licin dan berbahaya. Dalam keadaan basah kehujanan dan lelah, emosi makin meninggi, sempat terjadi ketegangan karena peserta menyalahkan pioneer (pemimpin pendakian) telah salah mengambil jalur. Ketegangan mereda ketika kami sampai di pos. Karena hujan yang tak kunjung reda, kami putuskan untuk mendirikan tenda di pos. Setelah hujan reda perjalanan pun kami lanjutkan, sekitar 1 jam berjalan kami sampai di puncak bayangan pukul 00.16. Kami kembali istirahat dan mendirikan tenda.

Pukul 06.00 perjalanan kami lanjutkan ke puncak gunung penanggungan. Di sepanjang jalan, kami membersihkan sampah-sampah sebagai wujud rasa peduli kami terhadap lingkungan. Di puncak kami bertemu dengan pendaki asal Negara Canada. Dengan bahasa inggris yang pas-pasan kami mencoba berkomunikasi dengan bule tersebut. Untung salah seorang Pembina dari Resmanika dapat berbicara dengan bahasa inggris cukup lancar. Yang membuat kaget umur mereka ternyata 67 dan 65! Kekaguman kami tak berhenti sampai disitu, mereka rencananya akan kembali mendaki gunung, kali ini sasarannya gunung bromo. Setelah itu mereka akan pergi ke Bali. Mereka memberi kami kenang-kenangan bros bergambar bendera Canada. Setelah Bule tersebut turun, selang beberapa lama kami pun turun gunung. Kami pulang lewat jalur jolotundo, jaraknya 2 kali lebih panjang dari pada perjalanan berangkat kami. Hujan kembali mengguyur kami saat perjalanan pulang.

Dengan rasa capek yang telah memuncak, pukul 16.15 kami sampai di jolotundo, setelah makan kami pun pulang dengan menaiki truk. Pukul 18.45 kami sampai di SMAN Puri dan akhirnya pulang ke rumah masing-masing dengan rasa lelah dan mendapat kepuasan yang tak terhingga.

Jumat, 23 April 2010

Review Film UP

Apa jadinya kalau seorang laki-laki paruh baya yang sudah kehilangan semangat hidup, kembali menjalankan impian masa mudanya untuk berpetualang. Mungkin itulah yang ada di benak Pete Docter sang pencetus cerita WALL-E dan sutradara film Monster Inc dan Mike's New Car (film pendek). Film ini dibuka dengan adegan anak kecil menyaksikan film dokumenter yang isinya perjalanan seorang petualang yang bernama Charles Muntz ke Paradise Fall di Amerika Utara (suaranya diisi oleh Christopher Plummer). Karena tertarik dengan kegiatan yang dilakukan oleh Charles, anak kecil yang nantinya akan kita kenal sebagai Carl Fredricksen muda (suaranya diisi oleh Jeremy Leary), bercita-cita untuk meniru segala perbuatan yang dilakukan oleh Charles Muntz. Termasuk pergi ke Paradise Fall.

Sepulang dari menyaksikan film dokumenter, Carl bermain-main dengan balonnya di jalanan kecil sekitar rumahnya. Saat bermain-main secara tidak sengaja Carl mendengar teriakan dari dalam rumah tua. Teriakan tersebut memancing Carl untuk memasuki rumah tersebut, apalagi teriakan tersebut berhubungan dengan petualangan Charles Muntz. Sang petualang yang dipuja oleh Carl. Ternyata di dalam rumah tua tersebut Carl bertemu dengan Ellie (suaranya diisi olh Pete Docter). Rupanya Ellie sedang bermain dengan cara berpura-pura berperan sebagai Charlez Muntz dan mengkhayalkan rumah tersebut sebagai balon udara milik Charlez Muntz yang bernama Spirit of Adventure.

Ellie mengagetkan Carl sehingga balon Carl terlepas dari tangan. Ellie mendorong Carl ke pojokan sambil bertanya siapa dia dan apakah Carl cukup layak untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Akhirnya Ellie mengijinkan Carl untuk ikut bermain bersama dirinya di dalam rumah tersebut. Bahkan Ellie menunjukkan di mana balon Carl tersangkut dan menyuruh Carl untuk mengambil balon tersebut, padahal Carl takut setengah mati. Bayangkan, untuk mencapai balon tersebut Carl harus menyebrangi jembatan kayu yang terbuat dari sisa-sisa loteng rumah tua tersebut. Saat baru separuh menyebrang, jembatan yang diinjak patah karena lapuk. Walhasil Carl mengalami patah tulang dan harus berbaring di atas ranjang.

Saat membaca buku di malam hari, Carl dikagetkan dengan balon yang terbang menuju ke arahnya. Dari jendela kamar munculah Ellie yang datang dengan buku rahasia yang tidak pernah diperlihatkan oleh Ellie ke siapapun. Ellie menyuruh Carl untuk bersumpah tidak membocorkan isi buku tersebut pada siapapun. Ternyata isi buku tersebut adalah petualangan Ellie dan hal-hal yang ingin dilakukan oleh Ellie, termasuk pergi ke Paradise Fall. Saat hendak pulang, Ellie berkata kalau dirinya sangat menyukai Carl yang pendiam.




Hari demi hari, tahun demi tahun berlalu. Carl dewasa menikahi Ellie, membeli rumah tua tempat mereka bermain, sambil terus bercita-cita pergi ke Paradise Fall. Waktu terus berlalu hingga Carl Fredricksen (suaranya diisi oleh Edward Asner) menjadi tua dan Ellie telah meninggalkan Carl seorang diri menghadapi masa tua. Rumah tua yang di tempati oleh Ellie dan Carl sekelilingnya sudah dibangun, bahkan Carl terancam untuk diusir dari rumah.




Carl menangis dan bertanya di dalam hati, apa yang harus dia lakukan. Akhirnya munculah ide untuk menerbangkan rumahnya dengan balon yang sangat banyak. Akhirnya Carl berhasil menerbangkan rumahnya dan segera mengarahkannya ke Paradise Fall. Saat keadaan tenang Carl mendengar ketukan di pintu rumahnya yang mengambang di udara. Kaget mendengar suara ketukan Carl segera membuka pintu dan menemukan Russell (suaranya diisi oleh Jordan Nagai), si pramuka kecil yang tadinya berusaha mendapatkan medali membantu orang tua dengan cara mengajukan bantuan pada Carl. Russell memohon pada kakek Carl agar dirinya diperbolehkan masuk ke dalam rumah. Mau tidak mau, Carll harus memasukan Russell ke dalam rumah dan ikut mengajaknya berpetualang ke Paradise Fall. Kira-kira petualangan apa yah, yang akan menyambut mereka? Penasaran? Tonton filmnya, sebab habis ini kami akan membahas segala kelebihan film dengan efek 3D, yang pertama kali dibuat oleh Disney Pixar.




Up adalah film petualangan yang dibuat dengan formula klasik animasi Disney. Tetapi kalau dilihat dari cara bercerita, film ini memiliki feeling di tengah-tengah Monster Inc dan The Incredibles. Cukup rapi tetapi tidak sebebas The Incredibles dan seluas WALL-E dalam berfantasi. Film Up seperti mengajari kita untuk lebih peduli dengan sekeliling kita, dan untuk selalu bangkit walaupun sudah gagal berkali-kali. Semua makna terpendam itu diselipkan sedemikian rupa agar tidak terlihat menggurui, tetapi tetap menonjolkan pesan-pesan yang dimiliki oleh film Up.




Film yang berdurasi 96 menit ini memiliki tempo cerita yang tergolong cepat, tetapi tetap bisa dinikmati dan tidak terkesan melompat-lompat. Bahkan pada sepuluh menit pertama, kamu akan merasakan alur yang padat dan tanpa jeda sama sekali. Jeda paling banyak justru kita dapati saat berada di tengah-tengah film. Karena Up adalah film animasi maka kualitas pengisi suara adalah suatu hal yang wajib diperhatikan. Untunglah Pixar mempekerjakan para para pengisi suara jempolan, seperti Edward Asner. Edward Asner, Jordan Nagai dan Bob Peterson (Dug/Alpha). Mereka bertiga berhasil menghidupkan suasana dengan baik, sambil tetap memainkan peran yang mereka mainkan. Saking hebatnya mereka mengisi suara, hanya dari cara berbicara kami bisa tahu kalau Carl adalah orang jompo yang sebenarnya memiliki semangat tinggi tetapi agak jahil.

Bagi kami, film Up masuk ke daftar film wajib tonton tahun ini. Apalagi kalau mengingat nama besar Pixar yang sudah seperti menjadi jaminan mutu untuk sebuah film animasi. Dengan kualitas cerita jempolan dan banyaknya makna yang terkadung di film Up. Rasanya kami hanya bisa mengucapkan beberapa kalimat untuk film Up. Ayo tonton, jangan sampai enggak! Kapan lagi kamu bisa menikmati film yang berisikan, petualangan di alam liar, petualangan dengan balon terbang , dan pesan-pesan moral yang mendalam. Karena film Up adalah film yang bisa ditonton oleh segala umur, kami rasa kamu bisa mengajak siapa saja untuk menonton film ini. Sehabis menonton film Up, kami meminta kamu agar selalu waspada. Sebab petualangan bisa datang dari mana saja dan kapan saja, kamu hanya cukup memperhatikan sekelilingmu.